Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

Kalimat Tanya

21 August 2014 - dalam Umum Oleh afiyatur-rhosida-fib12

Definisi Kalimat Tanya

            Kalimat Tanya merupakan kalimat yang dipergunakan dengan tujuan memperoleh reaksi berupa jawaban dari yang ditanya, cara pengucapan dengan intonasi menaik pada suku kata akhir, dan dapat disimbolkan dengan tanda Tanya (?) dalam tulisan. Kalimat Tanya merupakan kalimat yang mengandung makna sebuah pertnyaan. Sebab,  Arti dari kalimat tanya sendiri adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya.

            Adapun ciri-ciri dari kalimat Tanya terdapat enam hal, yaitu sebagai berikut : apa, siapa, di mana, bagaimana, mengapa, dan kapan. Dapat juga menggunakan partikel –kah. Fungsi partikel -kah untuk memperhalus pertanyaan, contoh saja dalam sebuah kalimat:

 

 -          Bagaimanakah kondisi pengungsi lumpur Lapindo saat ini?

            -          Apakah Anda sudah berpengalaman di bidang mesin?

-                   Siapakah wanita yang berjilbab merah itu?

-                   Di manakah bapak itu tinggal?

-                   Mengapakah peristiwa itu terjadi?

-                   Dan kapankah dia pergi?

 

Dari beberapa kalimat ini, merupakan contoh kongkrit dalam sebuah kalimat Tanya yang sering kita dengar dan dipergunakan oleh banyak masyarakat.

 

Terdapat jenis-jenis kalimat Tanya dan kata Tanya

1.      Kalimat Tanya klarifikasi dan konfirmasi

Kalimat Tanya klarifikasi merupakan kalimat Tanya yang berupa penegasan,

Sedangkan kalimat Tanya konfirmasi merupakan kalimat Tanya penjernihan. Maksudnya ialah kalimat orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya. Kalimat tanya ini tidak memintapenjelasan, tapi hanya membutuhkan jawaban pembenaran atau sebaliknya dalam bentuk ucapan ya atau tidak dan benar atau tidak benar.

 

 

Contoh kalimat tanya klarifikasi:

 

1. Benarkah Saudara yang menjadi saksi peristiwa kecelakaan ini?

2. Apa benar barang-barang ini milik Anda?

3. Jadi benar berita yang mengabarkan anda direktur sukses dalam perusahaan ini?

4. Benarkah akan terjadi banjir di Jakarta, pak?

 

Contoh kalimat tanya konfirmasi:

 

1. Apakah Saudara dalang dari sandiwara ini?

2. Apa Bapak sudah siap saya wawancarai?

3. Apakah ini buku anda?

4. Apa hari ini anda ada kegiatan?

 

2. Kalimat Tanya Retoris 

 

Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan

jawaban atau tanggapan langsung. Kalimat tanya retoris biasanya digunakan

dalam pidato, khotbah, atau orasi. Pertanyaan retoris dikemukakan dengan

bermacam-macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. Adapun tujuannya ialah

untuk memberi semangat, menggugah hati, memotivasi, memberi kesadaran, dan sebagainya terhadap audiens atau pendengar.

 

Contoh kalimat retoris :

1. Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan?

2. Apakah nasib kita akan berubah tanpa ada usaha?

3. Mana mungkin Allah menurunkan rezeki bagi orang-orang malas?

4. Di mana kita saat mereka memohon pertolongan?

5. Mana ada pejabat yang jujur di zaman edan seperti ini?

 

 

 

3. Kalimat Tanya Tersamar

 

Kalimat tanya tersamar adalah bentuk kalimat tanya

yang mengacu pada bermacam maksud. Dengan kalimat tanya tersamar,

penanya dapat menyampaikan berbagai tujuan seperti, memohon, meminta,

menyindir, membiarkan, mengajak, menegaskan, menyetujui, menggugah,

melarang, menyuruh, dan lain sebagainya.

 

Contoh :

1. Tujuan meminta:

            - Bolehkah saya tahu siapa namamu?

               - Dapatkah kamu menolong saya?

2. Tujuan mengajak:

              - Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antarsekolah?

            - Dapatkah kamu menemaniku ke pesta itu nanti malam?

3. Tujuan memohon:

            - Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya?

              - Bersediakah kamu meminjamkan motormu kepadaku?

4. Tujuan menyuruh:

              - Bagaimana kalau kamu berangkat ke sekolah sekarang?

            - Maukah kamu membuatkan kue bolu?

5. Tujuan merayu:

            - Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan?

            - Jadi kan kamu traktir saya makan hari ini?

6. Tujuan menyindir:

            - Apa tidak ada orang yang lebih bodoh dari kamu?

            - Begini caranya kamu berterima kasih?

7. Tujuan menyanggah:

              - Apa dengan cara ini semua persoalan dapat selesai?

            - Bagaimana jika kita mencari cara yang lain?

8. Tujuan meyakinkan:

              - Mestikah saya bersumpah di hadapanmu?

            - Apa selama ini kata-kata saya cuma pepesan kosong?

9. Tujuan menyetujui:

            - Tak ada alasan untuk ditolak, bukan?

            - Apa pantas hal ini saya abaikan?

 

4. Jenis Kalimat Tanya Biasa

 

Kalimat tanya biasa disebut juga kalimat tanya untuk menggali informasi.

Kalimat untuk menggali informasi biasanya menggunakan kata tanya. Kata tanya yang dipergunakan, dirumuskan dengan 5W+ 1H, yaitu : what

(apa), where (di mana), who (siapa), whene (kapan), why (mengapa) dan

how (bagaimana).

Contoh penggunaannya di dalam kalimat:

- Apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran ini?

- Dari mana asal api?

- Siapa yang pertama kali melihat kejadian ini?

- Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?

- Mengapa pemadam kebakaran terlambat datang?

- Bagaimana upaya warga menyelamatkan barang-barangnya dari

            kebakaran itu?

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :